Jumat, 28 September 2018
Harta yang terabaikan
Oleh : Syahrani
Terik matahari hampir tepat di atas kepala, cuaca cerah menunjukan seakan akan mereka menyambut hari yang suci bagi umat muslim. Terdengar suara lantunan ayat Alquran dari beberapa masjid di sekitar rumah, menandakan sebentar lagi akan di laksanakan sholat Jumat.
Di sela persiapan ingin berangkat ke mesjid saat itu pula makanan telah tersaji di depan tv terlihat seorang wanita dengan ikhlas menyiapkan makanan suami nya. "Ayo makan dulu sebelum ke mesjid,nanti keburu lapar di mesjid " kata istri ku. Dan aku pun langsung duduk di depan rejeki yang telah Allah berikan itu.
Kala itu tepat bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73, semua stasiun televisi menyiarkan upacara peringatan kemerdekaan.
Terlihat seorang presiden Indonesia datang dengan sanak keluarga nya dengan memakai baju adat dari berbagai daerah, dengan menggenggam tangan sang cucu. Sang cucu presiden dengan gemas nya melambaikan tangan nya kepada para wartawan, seakan dia tahu bahwa dia adalah orang yang di perhitungkan dalam negeri ini suatu saat nanti.
Sempat terpikir dalam hati, beruntung sekali anak itu terlahir dengan keadaan "kaya dari lahir" kata kids zaman now. Di sela makan tak sadar terucap sebuah perkataan yang bisa di katakan adalah perkataan yang mempunyai arti sebuah rasa iri terhadap takdir diri. " Enak sekali ya cucu pak Jokowi,baru lahir aja udah kaya dan minta apapun pasti ada " ucap ku sambil menyuap nasi.
Tak berapa lama dia pun membalas ucapan itu " bersyukur saja ini pun nanti juga terlahir kaya,bahkan mempunyai kekayaan yang sesungguh nya " sambil mengelus janin di dalam perut nya yang mulai membesar.
Aku pun keheranan apa maksud dari perkataan dia. "anak ku ini sebenarnya adalah orang yang paling kaya, memang bukan secara materil namun kaya akan kasih sayang,kaya akan kelengkapan keluarga, keluarga adalah segala nya bahkan lebih berharga dari berbagai macam materi" Lanjut nya.
Mendengar ucapannya aku pun terdiam sesaat seakan tak percaya dia mampu berkata sebijak itu, Dan itu menyadarkan ku. Dalam diri terasa berdosa karena terlalu membandingkan diri dengan cipta an Allah yang lain nya, tidak mensyukuri kekayaan yang telah Allah berikan dengan kelengkapan orang tua dan mertua bahkan sanak saudara.
Dalam sadar lidah seakan tertegun tak bisa berucap apa pun, kali ini dia berkata benar dan aku tak mampu menyadari itu sebelum nya.
Harta sesungguh nya sebenar nya adalah sebuah keluarga, kadang kita tak sadar bahkan terlupa bahwa harta yang selama ini kita kejar dan perjuangkan siang dan malam tak berarti tanpa kebahagiaan dan kehadiran para bidadari yang menghiasi sebuah ikatan keluarga.
Kadang ada dari kita berpikir jika materi telah tercukupi kebahagian pun akan mengiringi.
Ternyata ini salah, coba kita bercermin kepada para artis dunia yang banyak bunuh diri karena frustasi karens berbagai masalah, kurang kaya apa mereka ? Dan bukti nya mereka bunuh diri, menandakan bahwa mereka tak bahagia,
Harta tak menjamin kebahagiaan berhenti mengabaikan perhatian sekecil apapun terhadap keluarga anda, karena bukan tidak mungkin kata kata kecil itu akan kalian rindukan suatu saat nanti
Sesibuk apapun kerjaan mu jangan pernah abaikan anak istri mu dengan alasan kesibukan itu demi kebahagiaan mereka
Sesibuk apapun kamu jangan lupa menghubungi orang tua mu,karena bukan tak mungkin hal yang mungkin anda anggap sepekan sangat berarti bagi mereka
Kau tak akan tau betapa rindu nya mereka akan kalian,akan kata sapaan anda.
Lupa kah anda ketika anda sibuk dan tak sempat berbicara dengan mereka bahkan untuk bertegur sapa, siapakah orang pertama yang mengajak anda bicara saat anda belum lahir di dunia?
Sebelum kamu menjumpai dunia yang menyibukkan engkau, mereka lebih dlu menyibukkan dengan berbicara dengan mu yang ada di dalam alam kandungan
Pantas kah engkau melupakan nya dengan alasan kesibukan?..
Langganan:
Komentar (Atom)
